Hai, lanjut lagi ceritanya.
Kali ini aku mau cerita apa yang aku rasakan saat kerja kelompok. Jadi, mata kuliahku ada dua untuk babak pertama ini. "IFR (International Financial Reporting) " dan "FI (Financial Information and Decision Making)". Aku akan cerita juga tentang kedua mata kuliah ini di tulisan selanjutnya. Tapi untuk saat ini, aku mau fokus di workshop-nya aja.
 |
| Erasmus University Rotterdam (dan sepeda tercinta) |
Baik IFR maupun FI punya jadwal workshop satu kali seminggu. Nah, di tiap workshop, kita diminta untuk membentuk grup untuk ngerjain tugas kelompok nantinya. Di mata kuliah IFR, masing-masing grup terdiri dari tiga orang. Karena seperti ceritaku di tulisan sebelumnya bahwa di awal perkuliahan aku nggak kenal siapapun, akhirnya aku daftar workshop secara individu dan nanti akan dipilihkan teman segrup dari mahasiswa yang mendaftar secara individu juga.
Pada pertemuan pertama workshop IFR, aku bertemu dengan teman sekelompokku dari Taiwan dan Jerman. Di setiap workshop aku duduk dengan mereka untuk mengerjakan tugas kelompok yang harus diselesaikan di kelas dan dikumpulkan saat kelas berakhir. Jujur, aku sangat kesulitan untuk mengerjakan tugas kelompok ini.
Mereka sangat pintar, sangat cepat cara berpikirnya, dan punya latar belakang akuntansi yang kuat. Sementara aku, memang dari jurusan akuntansi juga, tapi jujur ilmu yang sudah aku pelajari seakan terkikis begitu saja. Memang sangat menyenangkan mempunyai teman satu kelompok yang pintar, tapi bagiku itu beban. Aku merasa nggak terlalu berkontribusi dalam menyelesaikan soal-soal. Nggak jarang, saat aku masih membuka-buka buku untuk mencari jawaban, mereka berdua sudah berdiskusi dan punya jawaban. Atau kadang, saat aku bener-bener nggak punya ide bagaimana cara menjawab soal, mereka bisa menyelesaikannya dengan mudah. Aku sadar masalahku ada tiga:
1. Aku memang nggak terlalu bagus dalam kelompok. Bahkan sejak S1 kayaknya, aku lebih suka mengerjakan sesuatu sendiri, jadi dalam kelompok aku bisa terlalu pasif atau terlalu dominan kadang.
2. Kecepatanku dalam menyelesaikan soal cukup lambat, apalagi dibandingkan dengan mereka.
3. Materi yang aku kuasai sangat kurang.
Karena perasaan bersalah, aku mencoba mengatasi masalahku. Aku mencoba membaca dulu bab-bab yang akan dibahas di workshop, menemukan poin pentingnya. Tapi sejauh ini masih belum berdampak banyak. Untungnya, teman kelompokku baik, mereka bahkan membantu menjelaskan jawaban yang tidak aku mengerti. Meskipun begitu, aku merasa nggak enak banget dan aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.
Untuk workshop FI beda lagi. Kita diminta untuk membentuk grup yang terdiri dari 4 orang. Awalnya, aku nggak tahu mau sekelompok sama siapa. Alhamdulillah, aku diajak gabung sama teman yang duduk disebelahku saat itu. Akhirnya aku satu kelompok dengan tiga teman dari Belanda. Mereka udah sangat akrab, tapi mereka juga menghargai aku sebagai anak baru, jadi aku nyaman di kelompok itu.
Nah, untuk workshop FI sendiri, tiap-tiap kelompok diberi case yang harus dipresentasikan, meskipun di tiap workshop sebenarnya kita dituntut untuk sudah menyelesaikan setiap case, baik yang dipresentasikan atau tidak. Jadi ketika ada kelompok yang presentasi, kita bisa mengikuti dengan baik.
Kelompokku mendapat jatah presentasi di workshop pertama. Buatku, sangat susah memahami case-nya. Meskipun bukan case yang harus diselesaikan di kelas, tugas kelompok ini tetap punya tantangan tersendiri. Kami harus berkumpul beberapa kali untuk membagi tugas dan menyiapkan presentasi. Sekali lagi, masalahku adalah aku cukup lambat dalam mengerjakan tugas itu, jadi butuh waktu cukup lama. Sementara kelompokku juga punya deadline tersendiri jadi kita bisa saling mengoreksi kerjaan masing-masing anggota sebelum akhirnya punya jawaban final. Nggak mudah, karena aku pun ingin bersikap profesional di kelompokku dan mengerjakan tugas dengan baik.
Akhirnya di workshop pertama kami presentasi. Presentasi pertamaku. Bener-bener sangat cemas dan tegang. Kalau di negara sendiri, pakai bahasa sendiri, oke lah, presentasi itu nggak susah buatku. Meskipun aku introvert yang suka ngerasa kikuk saat berhadapan dengan orang, tapi untuk presentasi aku bisa percaya diri asal punya persiapan yang baik. Tapi di workshop ini, benar-benar sesuatu yang beda. Penontonnya adalah mahasiswa dari berbagai negara. Rasanya, nggak bisa dideskripsikan. Mungkin kayak naik roller coaster di posisi depan dan lihat beberapa detik lagi roller coasternya akan meluncur ke bawah. Ya, gitu lah pokoknya.
Alhamdulillah, cukup sekali aja presentasinya untuk mata kuliah ini. Tapi tugas kelompok belum berakhir. Masih ada dua case yang harus kami selesaikan, dan masing-masing case punya poin yang lumayan tinggi. Aku masih terus berusaha untuk mengerjakan case dan bekerjasama dengan baik, dan masih kesulitan menemukan cara untuk menyelesaikan tugas dalam waktu yang lebih singkat tapi jawabannya bisa tepat.
Begitulah kesulitanku mengerjakan tugas kelompok di tiap mata kuliah. Tentu, masih ada lagi kesulitan lain yang aku hadapi saat kuliah di Rotterdam ini. Akan aku ceritakan di tulisan berikutnya, insya Allah.